
Demi unjuk komitmennya kepada pemerintah. Toyota menghadirkan konsep Toyota Kijang Innova EV bertenagakan mesin Diesel EURO 4. Agar dapat memajukan bidang otomotif di indonesia yang mengutamakan teknologi ramah lingkungan.
“Kehadiran Kijang Innova EV Concept menjadi bukti bahwa Toyota sangat memperhatikan dan mendukung kebijakan Pemerintah dalam membangun ekosistem yang ramah lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia ke depannya,” kata Henry Tanoto, Vice President Direktur PT Toyota-Astra Motor.
Toyota Kijang Innova EV Kendaraan Ramah Lingkungan Di Indonesia
Membudayakan pengguna kendaraan yang ramah lingkungan di indonesia, sudah menjadi target utama Toyota. Sejak tahun 2009 lalu, Toyota sudah memperkenalkan salah satu produknya yakini, Toyota Prius yang berteknologikan HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Prius adalah kendaraan elektrifikasi pertama yang di produksi secara komersial di pentas otomotif global sehingga menjadi pionir kendaraan ramah lingkungan dunia.
Menyusul kehadiran Prius HEV, Toyota memperkuat jajaran kendaraan elektrifikasi dengan mendatangkan berbagai model lainnya, termasuk yang menggunakan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV).
Kehadiran kendaraan elektrifikasi ini mendapatkan respon baik dari masyarakat indonesia dan juga pemerintah. Hingga saat ini Toyota sudah memiliki 11 model kendraan elektrifikasi.
Melalui berbagai model kendaraan tersebut, Toyota telah berhasil menjual 5.800 kendaraan eletrikfikasi di indonesia dan di perkirakan memberi kontribusi terhadap pengurangan emisi CO2 sekitar 15.000 ton.
Progam Smart Mobility Toyota Kijang Innova EV
Lalu, kehadiran mobil elektrikfikasi ini kabarnya akan di perbanyak, guna untuk meningkat sosialisasi dan memajukan pemasaran kendaraan ramah lingkungan di indonesia. Sejak April 2021 Toyota juga mengimplementasikan program EV Smart Mobility di kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali.
Melalui program tersebut, Toyota menyediakan 30 unit kendaraan tersebut. Terdiri dari 20 unit Toyota COMS berbasis Battery Electric Vehicle (BEV), 5 unit Toyota C+pod (BEV), dan 5 unit Toyota Prius PHEV untuk bisa di sewa oleh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Meski terkendala dengan pandemi Covid-19, jumlah pengunjung yang memanfaatkan program ini terbilang cukup banyak.
Sejak di luncurkan pada 31 Maret 2021, bertepatan dengan 50 tahun Toyota Indonesia, jumlah rombongan wisatawan yang memanfaatkan program ini lebih dari seribu orang dengan total perjalanan sejauh lebih dari 75 ribu km.
Dari penggunaan sepanjang itu, kontribusi pengurangan emisi CO2 di perkirakan mencapai 7,8 ton.
Melihat respons yang besar dan positif tersebut, pada tahun 2022 ini Toyota merencanakan untuk memperluas program EV Smart Mobility ke kawasan destinasi wisata yang lainnya, yaitu di wiilayah Toba, Sumatera Utara.
Toyota Kijang Innova EV Concept dan Multi Pathway
Kehadiran Toyota Kijang Innova EV Concept adalah bagian upaya Toyota untuk menegaskan komitmen memberikan kontribusi terbaik kepada industri otomotif nasional, serta mendukung kebijakan Pemerintah dalam mempercepat pengembangan kendaraan berbasis listrik.
Mobil ini adalah kendaraan berbasis Toyota Kijang Innova yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Kehadiran mobil tersebut sekaligus menjadi bukti kuat bahwa Indonesia mempunyai peluang besar untuk membangun ekosistem industri kendaraan listrik dengan menggunakan basis brand nasional.
Meski belum memasuki tahap komersial, Kijang Innova EV Concept telah melalui tahap quality and safety assurance dan standar Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kehadiran Innova BEV juga akan menjadi bukti kuat keseriusan Toyota memasyarakatkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Hal ini sebagai bagian dari strategi pengembangan kendaraan listrik yang di lakukan Toyota yang selalu mengedepankan pendekatan Multipath way. Pendekatan yang tidak memfokuskan pengembangan kendaraan pada segmen atau teknologi tertentu.
Ini sejalan dengan visi dan semangat Toyota untuk menghadirkan solusi mobilitas untuk setiap lapisan pelanggan.
“Oleh karena itu Toyota selalu berupaya menawarkan pilihan yang luas kepada pelanggan, termasuk dalam kendaraan elektrifikasi. Toyota tidak fokus pada pengembang satu teknologi saja,” tegasnya lagi.
Sejak awal 1990-an, Toyota secara global telah memberi perhatian yang besar terhadap pengembangan kendaraan listrik dengan menggunakan berbagai teknologi.
Mulai dari teknologi HEV, PHEV, BEV, sampai Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang menggunakan bahan bakar Hydrogen.
Standar Emisi Euro 4 Toyota Kijang Innova EV
Mulai April 2022, 6 model kendaraan Toyota yang di pasarkan di Indonesia yang menggunakan bahan bakar diesel semuanya sudah memenuhi standar emisi Euro 4.
Di antara 6 model tersebut adalah 3 model kendaraan penumpang yaitu Fortuner, Kijang Innova, dan Land Cruiser, sedangkan 3 model lainnya adalah kendaraan komersial yaitu Hilux, Hiace dan Dyna.
Ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri LHK No. S786/MENLHK-PPKL/ SET/PKL.3/5/2020, di mana per April 2022 semua kendaraan berbahan bakar diesel yang di produksi dan beredar di Indonesia di wajibkan memenuhi standar emisi Euro 4.
Standar emisi Euro adalah standar yang di gunakan negara Eropa untuk kualitas udara di negara Eropa.
Semakin tinggi standar Euro yang di tetapkan, maka semakin kecil batas kandungan gas karbon di oksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatil hidrokarbon, dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.
Untuk Euro 4, kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 miligram per kilometer.
Sedangkan untuk kendaraan diesel batas nitrogen oksida adalah 250 miligram per kilometer dan 25 miligram per kilometer untuk diesel particulate matter.
“Toyota sangat mengapresiasi kebijakan ini untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor.
“Dengan di implementasikannya standar emisi Euro 4, emisi yang di hasilkan oleh semua model kendaraan Toyota sudah sesuai dengan standar aturan lingkungan hidup yang di terapkan oleh Pemerintah Indonesia,” tutupnya.






